hey anugrah!


Dahan Backyard

cafe tempat aku melewati cuti hari kedua

Postingan tulisanku di Threads di-like mulu sama Pa Eki. Oh God, I respect him so much. Dia adalah dosen puisiku dulu di UPI. Satu like dari dia itu selesai. Selesai! Aku gak butuh like dari siapa-siapa lagi. Done!

Sama seperti Laze yang bangga ketika Rhoma Irama suka lagunya dia (walau aku gak yakin, Laze bangga beneran ga ya?). Ini tentang value. Nilai yang Pa Eki beri padaku itu udah memenuhi kotak apresiasi karyaku. Cukup men. Kalau di kerjaan, ini kayak kamu dipuji bos dan kritikan teman-teman sejawat itu jadi gak penting. Ini kayak kamu dibilang bapa yang hebat oleh anakmu dan semua omongan orang di luar sana itu jadi gak penting.

Cuti hari ke dua. Hari ini jauh lebih berfaedah dari kemarin. Aku latih otot dadakau di gym. Rekor personalku bertambah. Aku lebih kuat dari kemarin. Validasi dari besi-besi yang kuangkat juga ternyata ngaruh. Nambah percaya diri bahwa aku bisa jada keluargaku sampai kapanpun, selamanya. Kini, aku menulis di cafe. Kemarin di Temukita, sekarang di Dahan Backyard. Ngutak-atik kebun digitalku (website ini) dan baca tulisan-tulisan lamaku yang ternyata keren juga ya.

Banyak tulisan lamaku yang bikin geli, tapi gak sedikit juga tulisanku yang bikin aku : “kok sekarang aku gak bisa nulis kayak gini lagi ya?”. Aneh emang. Gak aneh juga sih. Situasinya udah beda. Dulu pikiranku bebas sebebas bebasnya. Sekarang juga masih bebas, dengan koridor-koridor tertentu yang kubangun sendiri. Intinya, aku tetap nulis. Aku cinta kegiatan ini. Kalau aku hidup di jaman kerajaan dulu, udah banyak parasasti dan lontar yang kubuat.

Sampai kapan aku akan nulis? sampai mati. Ini adalah pelepas stres semacam healing. Seperti Haruki Murakami yang healing dengan berlari. Seperti anak gym yang healing dengan ngangkat beban. Seperti temanku yang healing dengan naik gunung. Seperti Agung Jepe yang healing dengan bersepeda. Seperti Hendrian yang healing dengan bermain sepak bola. Oh beruntung lah bapak-bapak yang masih punya hobi.

Sekarang aku bakal bertemu dengan putriku. Itu healing yang paling ultimate. Bermain bersama dan melihat putriku tersenyum itu bikin seluruh dunia jadi gak penting. Gak ada yang penting selain kebahagiaan putriku. Titik.

---



Baca catatan lainnya