hey anugrah!


Cukup

supaya nyaman

“Dari Jabir radhiyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‚ÄúTetaplah kalian semua dengan sikap qanaah, karena sesungguhnya qanaah adalah harta yang tidak pernah habis” (HR. At- Thabarani dalam Mu’jam al-Awsath).

Dalam KBBI “cukup” adalah sebuah kata sifat yang berarti : dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dan sebagainya; tidak kurang

Aku selalu mencukupkan diri ketika menulis. Di awal aku menulis novel, 100 kata per hari sudah aku anggap cukup. Kini 250 sampai 300 kata per hari yang aku anggap cukup.

Apakah aku bisa menulis lebih dari itu dalam sehari? Tentu saja bisa jika kupaksakan. Tapi aku memilih berhenti. Kenapa? Biar besok masih punya tenanga untuk menulis. Biar bahan bakar menulisnya tidak dihabisakan dalam satu hari.

Ya namanya juga teori penulis amatir. Aku hanya ingin konsisten aja sih. Yang aku kejar adalah konsistensi dan disiplin menulis tiap hari walau sedikit-sedikit.

Sama seperti orang yang mencukupkan olahraga 30 menit dalam sehari walau dia bisa berolahraga lebih dari itu. Sama juga seperti orang yang bekerja dengan mencukupkan diri - tidak mau ambil lebih. Dengan berbagai alasan tentunya.

Alasanku? Aku ingin nyaman. Aku ingin menulis ini sebagai sebuah rekreasi selagi belum menjadi profesi. Aku ingin bersyukur atas nikmat menulis ini. Bukankah kalau bersyukur nanti nikmatnya bakal ditambah? Aku percaya hal itu.

---


# menulis
Baca catatan lainnya